Welkambek on my blog..
Kali ini aku bahas tentang fenomena salah jurusan nihhhh.
Entah jurusan pas SMA, SMK apalagi kuliah.. So here we goo..
Jadi, sebagai anak SMK aku mengalami yang namanya salah
jurusan, dan yang namanya salah jurusan itu F.A.T.A.L bangetttt. Salah jurusan
bisa bikin hidupku jadi gak terarah, contohnya ya aku ini. Dari awal aku gak pernah
mau yang namanya sekolah jurusan grafika. Untuk yangbelum tahu grafika itu apa,
grafika itu sekolah kejuruan yang nantinya kalo kuliah bisa ambil DKV, grafika
erat kaitannya sama desain. Tapi gak cuma desain aja, karena biasanya sekolah
grafika itu mulai dari pra produksi yang adalah desain, lalu masuk ke proses
produksi yaitu cetak mencetak, lalu berakhir di post produksi yang adalah
finishing. Untuk urusan produksi sama post produksi itu kebanyakan cowo-cowo.
Nah produk yang dihasilin beragam, bisa cuma sekedar poster sampe ke buku yang
butuh proses finishing entah di lem atau di jait benang ajaa.
Aku sendiri kenapa merasa salah jurusan, karena aku ambil
jurusan persiapan grafika yaitu proses desain, lalu ada juga untuk pembuatan
pelat cetak, dll. Gak ngerti ya?? Hahahahha.. Emang agak rumiit kalo dijelasin.
Nah, kenapa aku bisa bilang aku salah ambil jurusan karena aku ngerasa aku gak
kreatif, dan desain itu dibutuhkan jiwa-jiwa kreatif, dan bagaimana suatu
konten bisa memuaskan klien yang permintaannya pastilah ribett.
Salah jurusan dan apalagi kamu kepaksa ambil jurusan itu
bisa bikin karir dan hidupmu stuck di satu titik. Aku stuck selaa 2 tahun.
Walaupun pernah kerja, tapi yang namanya kerja bukan berdasarkan passion itu
gak enak, gak nyaman. Untungnya orang tua ku paham akan kesalahan mereka dan
gak terlalu memaksakan aku untuk kerja di bidang yang sama, mungkin mereka juga
kaget sama jam kerjanya gila-gilaan. Pada akhirnya mereka membebaskan aku untuk
pilih jurusan yang aku mau ketika kuliah.
Tapi juga dengan kebebasan yang diberikan itu kalian gak
bisa asal-asalan pilih jurusan. Kalian harus bertanggung jawab dengan setiap
pilihan yang nantinya kalian ambil. Syukur-syukur kalo kalian punya orang tua
yang pengertian, tapi kalo ortu kamu gak bisa ngerti mau kamu, bikin mereka
paham pelan-pelan. Jangan selalu jadi boneka mereka, kamu anak mereka bukan
boneka mereka. Tapi kamu juga jangan langsung membantah orang tua kamu, kerjakan
apa yang jadi passion kamu. Orang tua
kamu gak perlu tahu, cukup kamu buktikan ke diri kamu kalo passion kamu memang disitu. Lama-lama ketika kamu udah bisa
menghasilkan uang sendiri, kamu bisa pelan-pelan tunjukkan ke orang tua kamu,
lepas diri kamu pelan-pelan dari genggaman orang tua kamu. Aku yakin orang tua
kamu pelan-pelan akan paham tentang keputusan kamu.
Intinya adalah tanggung jawab atas segala keputusan yang
kamu buat. Hidupmu kamu yang jalanin bukan orang tua kamu, apalagi tetangga
kamu. Cukup fokus dengan tujuan hidupmu, tutup telinga dari kritikan yang
menjatuhkan kamu.
No comments:
Post a Comment