Tuesday, April 30, 2019

Ambil Jurusan Komunikasi? Ngapain? Belajar Ngomong?

Haiiiiiiiiiii

Kali ini aku mau bahas tentang jurusan kuliah yang aku ambil, yaitu komunikasi.
Kalian yang minat sama jurusan komunikasi, pasti seringkan diremehin sama orang tentang, jurusan komunikasi mau jadi apa? Cuma belajar ngomong mah gak usah sampe kuliah.

Eittsss,ungkapan ini salah besarrr! Walaupun emang bener lulusan komunikasi dituntut untuk bisa berkomunikasi dengan baik dan benar, but that’s not our core. Komunikasi itu ada banyakkkkk banget macemnya. Komunikasi itu adalah hal yang paling dasar dari seorang manusia, kamu gak bisa komunikasi? Kamu mati.

Aku sekarang duduk di semester 4 jurusan komunikasi Universitas Pertamina. Iya, Pertamina, yang SPBU itu, tapi Universitas Pertamina sendiri ada dibawah naungan Pertamina Foundation, dan lokasinya ada di jantung ibukota yaitu daerah Simprug, Kebayoran Lama.

Di jurusan ini, kita memang diajarin semua dasar-dasar komunikasi. Mulai dari komunikasi dengan diri sendiri, dengan orang lain, kelompok, organisasi, banyakk pokoknyaa. Selama 4 semester kita bakal disuguhi bedanya komunikasi yang terjadi di berbagai kelompok yang aku sebutin diatas. Kita diajarin bagaimana suatu komunikasi bisa berjalan dengan baik dan benar untuk mencapai suatu tujuan. Kita diajarin bahwa kalo kita udah berhasil mempersuasi orang, membuat seseorang melakukan apa yang kita mau, baru kita bisa jadi komunikator yang baik.

Belajar komunikasi itu susah-susah gampang, susahnya emang lebih banyak karena cabang ilmunya banyaaaaaaaakkkkk bangett. Kalo masuk jurusan komunikasi di Universitas Pertamina, nantinya di semester 6 kamu bakal dihadapkan oleh dua penjurusan yaitu komunikasi strategis, ini buat kamu-kamu yang mau jadi seorang public relation atau marketing communication dari suatu perusahaan, cocok nih ambil penjurusan ini. Atau buat kamu-kamuyang tertark untuk kerja di media sebagai jurnalis, atau yang kerja di balik layar ambilah peminatan manajemen media. Tapi sebagai catatan, kalo kamu mau pilih jurusan-jurusan yang udah aku sebut diatas, nilai kamu untuk mata kuliah dasar dari settiap penjurusan harus bagus, jadi dosen juga pasti akan merekomendasikan hal yang sama buat kamu.

Singkat kata, komunikasi itu gak Cuma tentang ngomong, ngomong, dan ngomong. Kamu juga dituntut untuk bisa mendengarkan, memahami pikiran orang lai agar tujuan dari komunikasi itu tercapai..

See you on Univeristas Pertamina jurusan Komunikasi kawan-kawannnn!!!!

Friday, April 26, 2019

Salah Jurusan? Paksaan Orang Tua?

Haiiiiii

Welkambek on my blog..

Kali ini aku bahas tentang fenomena salah jurusan nihhhh. Entah jurusan pas SMA, SMK apalagi kuliah.. So here we goo..

Jadi, sebagai anak SMK aku mengalami yang namanya salah jurusan, dan yang namanya salah jurusan itu F.A.T.A.L bangetttt. Salah jurusan bisa bikin hidupku jadi gak terarah, contohnya ya aku ini. Dari awal aku gak pernah mau yang namanya sekolah jurusan grafika. Untuk yangbelum tahu grafika itu apa, grafika itu sekolah kejuruan yang nantinya kalo kuliah bisa ambil DKV, grafika erat kaitannya sama desain. Tapi gak cuma desain aja, karena biasanya sekolah grafika itu mulai dari pra produksi yang adalah desain, lalu masuk ke proses produksi yaitu cetak mencetak, lalu berakhir di post produksi yang adalah finishing. Untuk urusan produksi sama post produksi itu kebanyakan cowo-cowo. Nah produk yang dihasilin beragam, bisa cuma sekedar poster sampe ke buku yang butuh proses finishing entah di lem atau di jait benang ajaa.

Aku sendiri kenapa merasa salah jurusan, karena aku ambil jurusan persiapan grafika yaitu proses desain, lalu ada juga untuk pembuatan pelat cetak, dll. Gak ngerti ya?? Hahahahha.. Emang agak rumiit kalo dijelasin. Nah, kenapa aku bisa bilang aku salah ambil jurusan karena aku ngerasa aku gak kreatif, dan desain itu dibutuhkan jiwa-jiwa kreatif, dan bagaimana suatu konten bisa memuaskan klien yang permintaannya pastilah ribett.

Salah jurusan dan apalagi kamu kepaksa ambil jurusan itu bisa bikin karir dan hidupmu stuck di satu titik. Aku stuck selaa 2 tahun. Walaupun pernah kerja, tapi yang namanya kerja bukan berdasarkan passion itu gak enak, gak nyaman. Untungnya orang tua ku paham akan kesalahan mereka dan gak terlalu memaksakan aku untuk kerja di bidang yang sama, mungkin mereka juga kaget sama jam kerjanya gila-gilaan. Pada akhirnya mereka membebaskan aku untuk pilih jurusan yang aku mau ketika kuliah.

Tapi juga dengan kebebasan yang diberikan itu kalian gak bisa asal-asalan pilih jurusan. Kalian harus bertanggung jawab dengan setiap pilihan yang nantinya kalian ambil. Syukur-syukur kalo kalian punya orang tua yang pengertian, tapi kalo ortu kamu gak bisa ngerti mau kamu, bikin mereka paham pelan-pelan. Jangan selalu jadi boneka mereka, kamu anak mereka bukan boneka mereka. Tapi kamu juga jangan langsung membantah orang tua kamu, kerjakan apa yang jadi passion kamu. Orang tua kamu gak perlu tahu, cukup kamu buktikan ke diri kamu kalo passion kamu memang disitu. Lama-lama ketika kamu udah bisa menghasilkan uang sendiri, kamu bisa pelan-pelan tunjukkan ke orang tua kamu, lepas diri kamu pelan-pelan dari genggaman orang tua kamu. Aku yakin orang tua kamu pelan-pelan akan paham tentang keputusan kamu.

Intinya adalah tanggung jawab atas segala keputusan yang kamu buat. Hidupmu kamu yang jalanin bukan orang tua kamu, apalagi tetangga kamu. Cukup fokus dengan tujuan hidupmu, tutup telinga dari kritikan yang menjatuhkan kamu.

Tuesday, April 16, 2019

Jalan-Jalan Mahal di Jogja (Part 2)

Yookkk.. mari kitaa lanjutkan cerita dan review yang agak sedikit riya ini. Heheheheh..

Kali ini, aku jalan-jalan jauhnya emang kurang banyak. Kurang puas, karena harus menyelesaikan satu dan lain hal, tapiii bukan berarti kita bisa bersedih-sedihann..

Kita jalan-jalan ke daerah Kaliurang, gak jauh dari lokasi Merapi, tapi kita emang gak ada niatan untuk wisata Jeep Merapi. Kita tujuannya adalah The Lost World dan Rumah Hobbit yang ternyata sebrang-sebrangannyaa. Spot foto disini emang unik dan instagramble sekaliiii. Ditambah dengan udara yang seger, minim polusi. Pokoknya walaupun cuma kesini tapi dijamin galeri HP kamu bisa penuh, cukuplah untuk stok foto selama beberapa bulan.

Karena memang keterbatasan waktu, kali ini tempat wisataku yang hanya itu ajaaa. Sedih yaaa? Bangetttttt..

Nahh, lanjut nih ke rekomendasi tempat makan.. Kalo amu ke Jogja, wajib makan Soto Kadipiro, walaupun banyak cabangnya yang paling enak itu Soto Kadipiro I dan II lokasinya sebrang-sebrangnyaaa. Tapi warung soto ini emang selalu ramai yangbeli. Kalo Soto Kadipiro I sekitar jam 2 atau3 mereka udah tutup, nah yang Soto Kadipiro II sampe sore masih tetep ada. Lalu, buat kalian yang non-muslim dan pengen makan B2, aku punya rekomendasi tempat makan chinesse food, yaitu RM Medan “Lezat”,letaknya di Jl H.O.S Cokroaminoto, restoran ini pas banget buat family dinner.

Untuk kendaraan, aku tetep sewa mobil dan kebetulan yang jadi supir saudaraku sendiri, jadi masih bisa lebih murah yaaaa. Barang bawaan kali ini aku lebih rempong dan carrier bag ukuran 70lt + 10lt itu full, bukannnn. Bukann karena aku, tapi karena kakakku yang berasa mau pindahan rumah. Tapi untuk trip selama 6 hari 5 malam, rasanya emang pas sih bawa segituu. Malahh kalo kamu boros, ya segitu kurang untuk size satu tas itu dan dan digunakan oleh 2 orang ya..

Untuk urusan oleh-oleh, bakpia yang aku pilih ada Bakpia Kurnia Sari, kalo liat harganya memang agak pricy dibanding Bakpia Pathok 25, tapi ada harga ada kualitas, bener gaakkk? Bakpia ini ukurannya besar-besar, lumayan beda sama bakpia pada umumnyaa, yang membedakan lagi adalah kulitnya sungguh amat sangat teramat tipis, tips kalo makan Bakpia Kurnia Sari siapkanlah tissue, karena kalau tidak tanggung saja sendiri akibatnyaa..
Masalah oleh-oleh baju, Pasar Beringhajo dan Malioboro jagonyaa, asal pinter nawar. Ingaatt!! Tawar, kalo penjual gak mau kasih harga murah? Tinggaall. Kalo mereka deal pasti mereka panggil kamu lagi, kalo mereka gak panggil kamu lagi? Jangan sedihhh, percayalah ada yang lebih baik dan pas di hati diluar sanaa. Eeaaaaa…

Tapi belanja di dua tempat ini, dan kamu belanja banyakkk, siapkan juga budget yang lumayan. Tapi kalo diitung-itung dengan uang 500rb, kamu bisa dapet 13 daster, 3 pasang baby doll, 5 celana pendek. Murah atau mahal? Anda yang tentukan..

Last but not least, lumpiaa yang sudah aku sebut-sebut di postan jalan-jalan murah di Jogja, kali ini aku bisa beli dongggg, harganya sekitar 3rb-5rb. Gak mahal? Emanggg.. Tapi antriannya, siap-siap dehh. Mending kamu pesen dulu lalu sejam atau dua jam kemudian kamu balik lagi untuk ambil pesanan.

That’s it!! Semoga aku bisa balik lagi ke kota where I left my heart..

Saturday, April 13, 2019

Jalan-Jalan Mahal di Jogja (Part 1)

Haiiiiiiii..

Balik lagi nih sama aku yang se-jatuh hati itu sama kota Jogjaaa..

Jadi, kalo dipostan sebelumnya aku itu sharing tentang jalan-jalan murah di kota Jogja, sekarang aku bakal review tentang jalan-jalan mahal di kota Jogja. Hahahahha…

Beda apa aja sih? Banyakkkkk!! Mulai dari transportasi PP, tempat nginep, tempat wisata. Pokoknya dari a sampe z beda bangeetttttt.. Ehh, ada deng yang bedaa. Cuma satu persamaannya, yaitu wajib nawar kalo belanja di Malioboro. Let’s start from the beginning..

Kalo sebelumnya aku naik kereta PP ekonomi, kali ini aku masih menggunakan kereta tapi beda kelas. Berangkatnya aku pilih kelas bisnis Fajar Utama, pulangnya aku pilih kelas eksekutif Taksaka Pagi.. Kalo ditanya kenapa pilih kereta disbanding pesawat, jawabannya cuma satu. Naik kereta bisa liat sawah-sawah, sungai, pemandangan yang jarang banget kita liat di Jakarta. Itung-itung refreshing mata. Another tips, kalo kamu emang mengincar pemandangan ini bela-belain bangun pagi, ambil tiket pemberangkatan pagi. Sebenernya dibanding sama jadwal berangkat malem, jadwal berangkat pagi lebih enak, lebih gak capek karena mata kita disuguhi sama pemandangan alam yanggg luar biasaa indahnyaaa dan tau-tau sampe deh di Jogja. Semacam ‘nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakann wahai hooman’. Oiyaa, sekedar informasi kali ini aku pergi bareng keluarga that’s why aku merem aja sama budget yang tersedia. Hehehehhe..

Lanjuttttt, yang paling penting adalah penginapan atau hotel. Aku selama di Jogja ini menginap di tiga tempat yang berbedaaa. Eittsss, jangan salah. Satu malam aku habiskan di rumah saudara yang terletak di Kulon Progo. Lagi-lagi ‘nikmat Tuhan mana yang kau dustakan?’. Coba kauu pikirkannn.. Coba kau renungkann.. Hanya bintang-bintang hanya kaulah yang ku sayang. Ehh malah nyanyi. Serius.. Seriuss. Kabupaten Kulon Progo, khususnya di daerah tempat saudaraku tinggal itu di kaki gunung gaisss, bayangkann betapa dinginnya malam hari dan segarnya pagi hariii. Anjaaayyy. Hahahaha. Tapi ini serius dehhh, airnya jernih dan deres bangettt donggg woyyy, gak paham lagi di Jakarta gak bakal dapetin air seseger itu. Kalo di Jakarta abis mandi malah gerah, kalo disana abis mandi pengenya selimutan. Dingin bangettt airnyaaa. Suara jangkrik kalo malem-malem merdu banget. Kekurangannya ya kalo malam hari kita gak bisa kemana-mana, lampu tuh jarang, orang-orang udah di dalam rumah. Istirahat. Pokoknya kulon progo indah banget dehhhhh..

Malam kedua sampai ketiga, aku menginap di Hotel 1O1, lokasinya deket Tugu kalo ke Malioboro, siapkan kaki untuk berjalan sekitar 2-4 km yaaa. Hospitalitynya bagus syekaliii.. Kualitas hotelnya bagusssss, gak bohongg. Pertama kali masuk ke lobby ternganga-ngangaa dengan ambience mereka yanggg huwaaaawwww.. Swimming pool ada. Welcome drink ada. Balkon pun adaaaa. Yang unik adalah hotel ini menyediakan kamar yang pemandangannya langsung ke Gunung Merapi. Harganya beda sekitar 100rb dengan kamar tipe biasaa. Tapi kalo menurutku agak rugi, karena kalo dari kamar barisan kiri setelah keluar dari lift, kamu bangun jam 7 pagi, keluarlah ke balkon dan menghadaplah kearah Gunung Merapi. Keliatannnn.. Cakepppp. Viewnyaa ulalalalalalalalalalaa, can’t describe with any word. Best Floor buat aku lantai 3 gaissss. Ingetttt!! Lantai 3.. Jangan sampe salah.. Breakfastnya? Gak ada yang gak enak. Main coursenya standard, nasi beserta lauk pauk. Tapiiii, side dishnya beeeuuhh mantuulll.

Malam ketiga sampai terakhir aku menginap di Ibis Hotel Malioboro, walaupun jatuh hati sama The 1O1 Hotel tapi yaaa mau dikatakan apalagiii, jarak antara hotel dan Malioboro terlalu jauhhh, sedangkan kita juga mengincar jalan-jalan malam di Malioboro. Jadilah pilih hotel ini, hotel ini dipilih karena tidak usah diragukan lagi Ibis Hotel memang memiliki nama dan lokasinya yang sangat amat strategis dan harganya yang masih masuk akal dikantong orang tua. Kantong orang tua loh yaaa, bukan kantong aku. Hehehehe..

Ambiencenya biasa, kalah bagus sama The 1O1, tapi maklum soalnya hotel ini kan emang udah lumayan lamaa, jadi yasudahlahhh.. Kamarnya okee, lebih luas dari The 1O1, bisa tambah bunk bed juga. Untuk breakfast standr hotel bintang 3. Variasi side dish lebih banyak The 1O1 lagi-lagiii.. Tapi hotel ini worth it kok asli deh. Tidak menyesal untuk tinggal disini, apalagi lobby utama Ibis Hotel sebelahan sama lobby samping dari Mall Malioboro. Sekalian ngadem, pas keluar tiba-tiba udah ada di Jalan Malioboro dehh. Heheheeh.. Tapi emang overall aku jatuh hati sama The 1O1.

Dipostan berikutnya aku akan melanjutkan kisah jalan-jalan ini… See you there, Fellas!

Friday, April 5, 2019

Review Film Happy Death Day 2

Halooooo!!

As I promised to you, ini adalah postan yang akan membahas tentang kelanjutan film Happy Death Day 1.

Awalnya aku kira semua pemainnya ganti, atau ini merupakan cerita baru dari petualangan orang lain gitu yaaaa… Tapi ternyata aku salah, ini masih lanjutan tentang kisah Tree.

Di scene awal, persis banget merupakan scene lanjutan dari bagian paling akhir HDD 1. Tree yang seneng karena akhirnya dia gak meninggal, karena satu dan lain hal (rahasiaaaaa yeeeee Hahahah) harus balik lagi keadaan pas dia meninggal-hidup-meninggal-hidup, tapi di dimensi yang berbeda.

Tree frustasi, karena awalnya dia kira semua baik-baik aja. Dia kira dia bisa ngelewatin hal-hal yang sama kayak sebelumnya. Tapi ternyata Tree terjebak di dimensi lain, dimensi yang beda dari dimensi dia awal. Nah Tree disini, selain harus ngebunuh pembunuh yang ngebunuh dia, Tree juga dihadapkan oleh dilemma yang luar biasa beratnya.

Nah kalo di film ini Tree mati dengan cara bunuh diri, karena daripada harus dibunuh mending dia bunuh diri gitu. Toh dia juga masih bisa hidup lagi… Ya kannn?? Ya kannn?? Di film yang kedua ini Tree frustasi juga karena harus memecahkan alogaritma yang ribetnya bukan main. Dari yang awalnya Tree gak paham apa-apa, sampe dia yang bantuin temennya yang ternyata biang dari permasalahan Tree untuk menyelesaikan alogaritma tersebut. Belum lagi projek yang ditentang sama kepala sekolahnya. Makin-makin aja deh masalahnya si Tree ini.

Kalo menurutku, film ini sebagai penjelasan darri film HDD 1 karena emang alasan dan penyebab Tree terjebak di dimensi lain itu ada di film yang ini. Neganginnya sama, dilemma dan kesedihannya juga samaaaa. Kalo ini gak begitu menegaskan tentang cinta lokasi antara Tree dan Carter karena di film ini ternyataa Carterrr ………. Silahkan tonton sendiriii..


Worth to watch, karena gak kalah seru dari film pertamanyaaa!!!

Merokok Membunuhmu dan Sesamamu

Haiiii.. Kalian pasti tau kan bedanya perokok aktif dan perokok pasif? Yapppp. Bener banget perokok aktif adalah orang yang secara ...